"Tujuan
sandblasting adalah membersihkan permukaan suatu metal dari segala jenis
kotoran seperti misalnya kulit besi, karat, kandungan garam, debu dan
sebagainya, selain itu bertujuan untuk membentuk kekasaran pada permukaan besi
agar dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan metal dengan
bahan pelindung. Perlu diketahui berhasil atau gagalnya suatu pengecatan sangat
tergantung pada tingkat kebersihan dan tingkat perekatan antara cat dan
permukaan serta tingkat kepadatan dan perataan dari cat itu sendiri. Persiapan
permukaan ini disesuaikan dengan tingkat keperluan dan mutu bahan cat. Oleh
sebab itu dikeluarkanlah standard-standard tingkat kebersihan."
Pertanyaan :
Pertama kali sukses buat "Acara Seminar
Korosi" di Bandung, sayang saya
tidak bisa hadir.
Rekan-rekan,
Saya pernah interface
dengan proses sand blasting beberapa tahun lalu di sebuah project. Tetapi ada pertanyaan sederhana di benak saya
tentang ukuran yang dipakai dalam
proses sand blasting, yaitu SA (Standard American ?).
Waktu itu requiremntl blasting-nya adalah SA 2.5. Waktu itu saya disupport oleh Inspector yang
melakukan pengukuran dengan sebuah alat ukur,
kalau inspector bilang OK, maka berarti sudah mencapai 2.5 SA.
*
Apa artinya secara philosophy ukuran SA 2.5 itu ? (dari perspective
Fisika)
*
Apakah memang SA itu artinya Standard Amerika ?
*
Adakah standard ukuran lain selain SA ?
Mohon pencerahan terhadap pertanyaan yang
sangat -sangat sederhana ini.
Jawaban :
Saya coba jawab
pertanyaan bapak. Tujuan sandblasting adalah membersihkan permukaan suatu metal
dari segala jenis kotoran seperti misalnya kulit besi, karat, kandungan garam,
debu dan sebagainya, selain itu bertujuan untuk membentuk kekasaran pada
permukaan besi agar dapat tercapai tingkat perekatan yang baik antara permukaan
metal dengan bahan pelindung. Perlu diketahui berhasil atau gagalnya suatu
pengecatan sangat tergantung pada tingkat kebersihan dan tingkat perekatan
antara cat dan permukaan serta tingkat kepadatan dan perataan dari cat itu
sendiri. Persiapan permukaan ini disesuaikan dengan tingkat keperluan dan mutu
bahan cat. Oleh sebab itu dikeluarkanlah standard-standard tingkat kebersihan.
Berbagai-macam proses
pembersihan, dapat dilakukan dengan pencucian misalnya menggunakan solvent,
dapat dilakukan dengan manual yaitu menggunakan hand tools, dapat dilakukan
dengan alat pembersih mekanis seperti power tools, dan dapat dilakukan dengan
penyemprotan partikel padat (abrasive). Sa adalah salah satu standard tingkat
kebersihan yang dikeluarkan oleh Swedish Institute for Standards disingkat SIS.
Kode Sa disini berarti standard kebersihan Swedish menggunakan Abrasive.
Pengertian Sa.2.5
berarti pembersihan / penyemprotan metal menghampiri putih "near-white
metal blast cleaning", dengan pengertian bahwa penyemprotan terhadap
permukaan metal dilakukan sampai warnanya hampir putih. Secara kasat mata,
warnanya mendekati putih, bersih dari segala kotoran seperti kulit besi, karat,
bekas cat, debu, dan sebagainya, yang tertinggal hanya sedikit noda atau bintik
kecil yang samar dan itupun tidak boleh lebih dari 5% dari total suatu
permukaan yang dibersihkan. Untuk dapat mengetahui secara pasti bahwa tingkat
kebersihan yang dikehendaki telah tercapai, dipakai acuan warna sebagai
perbandingan berupa referensi warna permukaan disebut dengan visual pictorial
surface standard. Sedangkan yang menggunakan alat dengan magnifier "surface
profile comparator" gunanya untuk melihat tingkat kekasaran permukaan
setelah sandblasting.
Standard-standard yang
lain selain Swedish Standard yang digunakan untuk tingkat pembersihan permukaan
ada beberapa, misalnya standard dari SSPC (Steel Structure Painting Council),
NACE (National Association of Corrosion Engineers), ISO (International
Organization for Standarization), SAA (Standard Australia), DS (Standard
Denmark) dan JUS (Standard Jugoslavia), tetapi yang sangat umum digunakan saat
ini adalah Standard Swedish, SSPC, dan NACE.
Demikianlah penjelasan
saya, moga-moga bermanfaat.
Pertanyaan kedua
Wah terima kasih sekali
nih atas pencerahan yang sistematik.
Tapi mau tambah lagi nih Pak Kalau ukuran SA (katakan 2.5) itu permukaan
"hampir" putih, berarti secara prinsip fisika pengukuran ini memakai
prinsip optic atau dengan membaca warna (panjang gelombang electromagnetic)
. Lalu bagaimana ttg standard lain ?
Tanggapan :
Pengukuran dilakukan
secara kasat mata yaitu dengan membandingkan warna an hasil pembersihan permukaan yang dilakukan
dengan standard visual ingkat
pembersihan yang disebut pictorial surface comparator (terlampir ower-point format). Perbandingan dilakukan
secara kasat mata bukan dengan anjang
gelombang electromagnetic. edangkan
untuk melihat tingkat kekasaran, dipergunakan optik itupun hanya kaca pembesar saja untuk melihat tingkat
kekasaran dari permukaan yang diblasting dibandingkan dengan standard yang
diinginkan. Alat ini disebut surface
profile comparator. Untuk standard-standard pembersihan yang lainnya, terlampir dalam format excel.
Moga-moga penjelasan
ini bermanfaat.
Dear all,
Selain dengan
menggunakan surface profile comparator seperti apa yang dijelaskan jawaban ke2,
cara lain untuk mengukur tingkat kekasaran
permukaan (surface
profile/anchor pattern) adalah dengan menggunakan:
1. Depth Micrometer
Cara kerjanya: Pada
permukaan yg sudah di blasting akan terbentuk surface profile yg terdiri dari
"puncak" dan "lembah". Prinsipnya kita mengukur kedalaman
"lembah" tsb dr "puncak". Ketika kita meletakan alat tsb
diatas permukaan yg sudah di blasting, secara teori, alas Depth Micrometer akan
terletak pada "puncak" . Depth Micrometer ini mempunyai
"pin" berbentuk kerucut. Pin tersebut akan mengukur kedalaman
profile sampai
menyentuh "lembah". Hasil pengukurannya bisa langsung kita lihat.
2. Replica Tape
(disebut juga "Testex Press O-Film Tape")
Cara kerjanya:
Prinsipnya adalah
"memindahkan" bentuk & kedalaman profile permukaan yg di blasting
pada suatu lapisan film. Replica Tape ini memiliki "emulsion film of
microscopic bubbles" yang menenempel pada lapisan "mylar"
setebal 2 mil. Replica Tape tsb (bagian
emulsinya) ditempelkan pada permukaan yg sudah di blasting, dan kemudian kita
menggosok lapisan mylar-nya dengan benda tumpul (misal ujung pensil, sehingga
akan terbentuk profile pada lapisan emulsinya (lapisan emulis terkompresi akibat
gosokan) sesuai dengan kekasaran permukaan. Bagian "puncak" di
permukaan yg diblasting akan menjadi "lembah" pada lapisan emulsi,
dan sebaliknya bagian "lembah" akan menjadi "puncak".
Sedangkan lapisan
mylar-nya tetap tebalnya (tidak ter-kompresi). Kemudian kita ukur ketebalan
lapisan film tsb dengan menggunakan "spring-loaded micrometer". Yang
terukur adalah ketebalan lapisan emulsi yg terkompresi (menggambarkan kedalamn
profile) dan ketebalan lapisan mylar. Jadi, kedalaman profilenya adalah hasil
pengukuran yg terlihat pada mikrometer dikurangi 2 mill (tebal lapisan mylar)



0 komentar:
Posting Komentar