Korosi (corrosion) atau karat
sebenarnya adalah gejala kebalikan dari proses produksi besi dari
bijihnya. Bila membuat besi dari bijih besi memerlukan usaha yang sangat
sulit, tetapi pada proses korosi justru sebaliknya. Bahan korosif malah akan dengan sangat mudah tergerus habis dan kembali menjadi bijih agar bisa menyatu dengan alam.
Korosi
dapat dilawan dengan proses coating, yaitu pemberian zat kimia tertentu
pada bahan korosif tersebut. Namun, karena adanya coating breakdown, (yaitu semacam "depresiasi" pada lapisan coating), maka coating ini harus dilengkapi dengan metode lain.
Proteksi katodik (cathodic protection)
umumnya dipakai untuk menambal dan melengkapi ketidaksempurnaan coating
ini. proteksi katoda ini dilakukan dengan mengorbankan anoda (sacrificial anode). Sehingga, katoda menjadi aman tidak tergerus. Yang tergerus hanyalah anodanya.
Pada Impressed Current Cathodic Protection (ICCP),
pembuatan anoda yang dikorbankan tentunya memerlukan sistem elektrik
tertentu, sehingga arus yang dialirkan ke zona korosi bisa berada pada
jumlah yang tepat. Dengan cara inilah tercipta sistem penanggulangan korosi.
Korosi, Berbahayakah?
Korosi
memang tidak berbahaya bila ditinjau pada jangka waktu yang pendek.
Namun, korosi akan sangat berbahaya bila sudah terjadi terus menerus
selama puluhan tahun. Setidaknya, ada dua kerugian yaitu kerugian
finansial dan keselamatan. Bila korosi terjadi pada sebuah pipa yang
berisi air, hal itu hanya akan menyebabkan bocor dan air terbuang
percuma. Namun, bila pipa tersebut berisi cairan berbahaya, beracun, dan
bisa meledak, tentu hal itu tidak hanya dari sisi finansial.
Dari
segi finansial pun sebenarnya perusahaan akan mengalami kerugian karena
perusahaan yang memiliki image buruk di masyarakat umumnya secara tidak
langsung akan mengurangi profit perusahaan tersebut. Setidaknya
perusahaan menjadi lebih terbatas geraknya. Dalam hal ini, konsultan jetty, konsultan sektor migas, dan konsultan cathodic protection di Indonesia umumnya lebih tahu.




0 komentar:
Posting Komentar